Live
BTC$81,582▼ 0.57%ETH$2,430▼ 0.50%SOL$105▼ 0.83%BNB$722▼ 1.12%XRP$1.31▼ 1.89%HYPE$79.83▼ 1.57%DOGE$0.0806▼ 2.01%ADA$0.2241▼ 2.40%MSTRUS$137▼ 9.56%NVDAUS$214▼ 1.43%COINUS$173▼ 5.79%TSLAUS$355▼ 2.13%BTC$81,582▼ 0.57%ETH$2,430▼ 0.50%SOL$105▼ 0.83%BNB$722▼ 1.12%XRP$1.31▼ 1.89%HYPE$79.83▼ 1.57%DOGE$0.0806▼ 2.01%ADA$0.2241▼ 2.40%MSTRUS$137▼ 9.56%NVDAUS$214▼ 1.43%COINUS$173▼ 5.79%TSLAUS$355▼ 2.13%
Back
Markets

CLARITY Act Gagal di Senat, Apakah Regulasi Crypto AS Berakhir?

C
By CryptoLyfe Desk
September 16, 2026 2 min read
Share
CLARITY Act Gagal di Senat, Apakah Regulasi Crypto AS Berakhir?

What Happened

Senat AS gagal memajukan CLARITY Act setelah voting prosedural pada 15 September berakhir 49-50. RUU ini membutuhkan 60 suara untuk melewati tahap tersebut. Semua Demokrat yang memberikan suara serta empat Republik: Susan Collins, Josh Hawley, Jerry Moran, dan Thom Tillis menolak langkah tersebut. Tillis kemudian mengajukan motion to reconsider, sehingga masih ada jalur prosedural untuk voting ulang.

Why It Matters

Kegagalan ini menunda upaya Kongres AS membentuk kerangka regulasi federal untuk pasar aset digital. Ketidakpastian mengenai aturan crypto di AS pun masih berlanjut, sementara negosiasi bipartisan belum menemukan titik temu, terutama terkait ketentuan etika.

Market Impact

Pasar crypto langsung bereaksi negatif setelah voting. Bitcoin turun sekitar 2,9% dalam 24 jam dan diperdagangkan sekitar US$75.756, sementara ETH turun 4,5%, XRP 9,2% dan SOL 5,4%. Saham crypto seperti Coinbase dan Circle juga mengalami penurunan lebih dari 10%.

The Data

15 September 2026: voting Senat 49-50.

60 suara: ambang yang dibutuhkan untuk melanjutkan proses.

4 Republik: Collins, Hawley, Moran, dan Tillis memilih no.

US$75.756: harga Bitcoin yang dilaporkan sekitar 22:20 ET.

-2,9%: perubahan BTC dalam 24 jam setelah voting.

CryptoLyfe View

CLARITY Act belum bisa dianggap benar-benar mati. Voting 49-50 hanya menggagalkan langkah prosedural untuk memulai pembahasan di Senat. Motion to reconsider dari Thom Tillis masih membuka kemungkinan voting ulang, tetapi waktu Kongres semakin terbatas menjelang pemilu paruh waktu.

What We're Watching

Fokus berikutnya adalah apakah Senat akan menggunakan motion to reconsider untuk menggelar voting baru. Pasar juga akan mencermati kelanjutan negosiasi soal aturan etika, kalender legislasi sebelum reses, serta langkah SEC dan CFTC dalam memberikan kepastian regulasi melalui kewenangan yang sudah ada.

CLARITY Act gagal melewati salah satu tahap penting di Senat Amerika Serikat setelah voting pada 15 September berakhir 49-50.

RUU ini membutuhkan 60 suara untuk melanjutkan pembahasan. Karena jumlah suara tidak mencapai ambang tersebut, proses CLARITY Act untuk sementara berhenti.

Tapi ada satu hal penting: voting tersebut bukan keputusan final untuk membatalkan seluruh RUU. Senat hanya gagal menyetujui langkah prosedural untuk mulai membahasnya.

Seluruh Demokrat yang memberikan suara menolak, bersama empat senator Republik. Mereka adalah Susan Collins, Josh Hawley, Jerry Moran dan Thom Tillis.

Perdebatan terbesar berkaitan dengan aturan etika. Demokrat menilai aturan tersebut belum cukup kuat untuk mencegah pejabat pemerintah dan keluarganya mendapatkan keuntungan dari bisnis crypto.

Sebelum voting, Demokrat bahkan sudah mengirim proposal tandingan. Namun, Republik dan Demokrat tetap tidak menemukan titik temu.

Menariknya, CLARITY Act belum sepenuhnya tertutup. Senator Thom Tillis mengajukan motion to reconsider setelah mengubah suaranya menjadi no, sehingga masih ada kemungkinan Senat mempertimbangkan voting baru.

Masalahnya, waktu tidak banyak. Kongres akan menghadapi reses dan pemilu paruh waktu November, sehingga ruang untuk melakukan negosiasi dan voting ulang semakin terbatas.

Sementara itu, SEC dan CFTC tetap dapat membuat aturan melalui kewenangan yang sudah mereka miliki. Namun, industri crypto masih harus menunggu kepastian apakah Kongres akhirnya akan memberikan kerangka hukum permanen melalui CLARITY Act atau versi regulasi lainnya.

Share this story

Related Stories