Live
BTC$81,608▼ 0.74%ETH$2,433▼ 0.72%SOL$105▼ 1.47%BNB$722▼ 1.26%XRP$1.31▼ 2.43%HYPE$79.85▼ 1.89%DOGE$0.0805▼ 2.29%ADA$0.2240▼ 3.28%MSTRUS$137▼ 9.56%NVDAUS$214▼ 1.43%COINUS$173▼ 5.79%TSLAUS$355▼ 2.13%BTC$81,608▼ 0.74%ETH$2,433▼ 0.72%SOL$105▼ 1.47%BNB$722▼ 1.26%XRP$1.31▼ 2.43%HYPE$79.85▼ 1.89%DOGE$0.0805▼ 2.29%ADA$0.2240▼ 3.28%MSTRUS$137▼ 9.56%NVDAUS$214▼ 1.43%COINUS$173▼ 5.79%TSLAUS$355▼ 2.13%
Back
Markets

OpenAI Tunda IPO di 2026, Keamanan AI Kini Jadi Pertimbangan Investor

OpenAI dipastikan tidak akan melantai di bursa pada 2026. CEO Sam Altman menyebut perusahaan masih perlu menyelesaikan persoalan keamanan dan alignment AI sebelum membawa OpenAI ke pasar publik.

C
By CryptoLyfe Desk
September 13, 2026 1 min read
Share
OpenAI Tunda IPO di 2026, Keamanan AI Kini Jadi Pertimbangan Investor

What Happened

Penundaan IPO menunjukkan keamanan AI mulai menjadi faktor penting bagi investor, bukan hanya valuasi dan pertumbuhan bisnis. OpenAI diperkirakan baru melantai di bursa pada 2027.

OpenAI tidak akan melantai di bursa pada 2026. CEO Sam Altman justru menilai kondisi keamanan AI saat ini membuat IPO menjadi langkah yang kurang tepat.

Dalam wawancara dengan Fortune, Altman mengatakan OpenAI masih harus menyelesaikan pekerjaan besar terkait keamanan dan alignment sebelum membawa perusahaan ke pasar publik.

Keputusan ini menarik karena OpenAI sebelumnya bergerak menuju IPO. Perusahaan telah mengajukan dokumen secara rahasia kepada regulator AS pada Juni, sementara valuasinya sempat diproyeksikan mencapai sekitar US$1 triliun.

OpenAI juga memiliki valuasi sekitar US$852 miliar berdasarkan transaksi pembelian kembali saham karyawan senilai US$7 miliar pada Agustus.

Namun, perkembangan teknologi AI kini menghadirkan persoalan baru bagi perusahaan dan calon investor. OpenAI mengakui model terbarunya, GPT-6 Astra, telah mencapai tingkat kritis dalam kemampuan keamanan siber.

Perusahaan bahkan mengatakan sebagian pengembangan Astra sempat ditunda untuk memperkuat sistem perlindungan sebelum model tersebut dirilis.

Pada saat yang sama, CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan pengembangan AI karena kemampuan model berkembang lebih cepat dibandingkan sistem keamanan.

Altman mendukung gagasan bahwa perusahaan AI perlu bekerja sama menghadapi risiko tersebut. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan adanya kesepakatan industri untuk memperlambat pengembangan AI dalam kondisi tertentu.

Artinya, persoalan OpenAI menuju IPO kini bukan sekadar soal valuasi atau pertumbuhan bisnis. Keamanan AI juga mulai menjadi faktor penting dalam menentukan kapan perusahaan siap memasuki pasar publik.

Fortune melaporkan IPO OpenAI kini baru diperkirakan berlangsung pada 2027.

Share this story

Related Stories